Penuhi Kebutuhan Domestik, Indonesia Tambah Kapasitas Produksi Baja

Pemerintah Indonesia akan menambah kapasitas buatan baja nasional untuk mengisi kebutuhan dalam negeri dalam upaya menyokong pembangunan infrastruktur.

 

Deputi VII Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Rizal Affandi Lukman dalam The 4th Government Task Force Team Meeting for National Steel Industry Development di Jakarta, Kamis, menuliskan bahwa apa yang dilaksanakan Indonesia berbanding terbalik dengan situasi dunia.

 

“Berdasarkan prediksi guna 20 tahun ke depan, permintaan global bakal baja bakal menurun selama 1,1% per tahun sebab kelebihan pasokan,” katanya dikutip dari Antaranews, Kamis (21/3/2019).

 

Rizal menuliskan, sebab pasokan berlebih, sebanyak negara laksana China, Uni Eropa, Jepang, Amerika Serikat, dan Afrika Selatan bahkan mengurangi produksi baja habis-habisan. Negara-negara G20 pun setuju untuk menyusun forum global mengenai keunggulan produksi baja itu. Berdasarkan organisasi tersebut, jumlah buatan baja menjangkau 1.900 juta ton per tahun.

 

“Tapi tidak seluruh negara meminimalisir produksi mereka, sejumlah negara laksana Indonesia, Meksiko, Brasil dan lainnya malah meningkatkan kapasitas industri untuk mengisi permintaan baja domestik,” katanya.

 

Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menuliskan permintaan baja di Indonesia masih tinggi dikomparasikan kapasitas produksi. Itu sebabnya, penambahan kapasitas produksi urgen untuk dilakukan.

 

“Masalahnya bermukim koordinasi kebijakan supaya bisa sebanding hulu dan hilirnya dalam industri baja ini,” tuturnya.

 

Pemerintah menyokong pembangunan Klaster Baja 10 juta ton di Cilegon untuk mendorong pembentukan industri baja yang terintegrasi dari hulu sampai hilir. Pembangunan Klaster Baja 10 juta ton di Cilegon terdiri dari kemudahan produksi eksisting kepunyaan PT Krakatau Steel dan PT Krakatau Posco diperbanyak dengan pembangunan kemudahan produksi baru yang bakal beroperasi pertengahan tahun ini.

 

Pabrik Hot Strip Mill (HSM) kedua berkapasitas 1,5 juta ton diinginkan dapat menambah kapasitas buatan baja sampai 5,4 juta ton per tahun, sebelum menjangkau target 10 juta ton pada 2025.